0 menit baca 0 %

4 Siswa MTs Ponpes Bahrul Ulum Tak Ikut UN

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa ada 4 orang siswa MTs Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Desa Pasir Utama Kec Rambah Hilir, dari 73 peserta UN, tak ikuti Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 22 s/d 25 April 20...
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa ada 4 orang siswa MTs Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Desa Pasir Utama Kec Rambah Hilir, dari 73 peserta UN, tak ikuti Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 22 s/d 25 April 2013, dengan alasan mengundurkan diri beberapa bulan yang lalu, sehingga yang bersangkutan dipastikan tidak lulus UN. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, usai meninjau langsung pelaksanaan UN bersama Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy, pada MTs Ponpes Bahrul Ulum, Rabu (24/4/2013) bertempat di Desa Pasir Utama. Dikatakannya, keempat siswa yang tak ikut UN tersebut adalah Arum Estirefna, Novita Sari, Zamrodin, dan Nita Afrilia. Keempatnya tidak ikut UN karena yang bersangkutan telah berhenti sekolah di MTs Bahrul Ulum. Namun, mereka sudah terdaftar dan telah mendapat nomor ujian. Kakan menyatakan bahwa MTs Ponpes Bahrul Ulum melaksanakan UN sendiri di ponpesnya sebab peserta UNnya 73 orang. UN diawasi oleh 8 orang pengawas dari luar MTs tersebut, yaitu dari SMP terdekat dan pengawas dari Kepolisian Rambah, serta dari Kemenag Rohul sendiri. MTs Bahrul Ulum Menjadi Pilihan Kakan Kemenag menyatakan bahwa MTs Ponpes Bahrul Ulum adalah salah satu MTs terbaik di Rohul, sebab Ponpes ini banyak diminati oleh masyarakat dan bahkan dijadikan sebagai salah satu pendidikan pilihan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kec Rambah Hilir dan Bangun Purba. Dikatakannya, saat ini santri atau murid MTs Ponpes Bahrul Ulum sebanyak 256 orang. Jumlah ini termasuk banyak, apalagi ponpes ini hanya mengelola pendidikan tingkat MTs atau SMP, sedangkan tingkat MI/SD dan MA/SMU nya tidak ada. Kepala Ponpes, Ibu Khairul Bariyah, menyatakan bahwa tahun lalu, pihaknya menolak siswa sebab ponpes hanya mampu menampung 3 lokal atau maksimal 90 orang, sedangkan yang mendaftar lebih dari 150 orang. Kakan Kemenag menyarankan agar MTs ini membuka program tingkat Madrasah Aliyah (MA) sehingga tamatan MTs langsung melanjutkan MA pada ponpes ini. Hal ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang terbaik dan berkualitas.***(Ash).