Riau (humas) - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang isbat akan diawali dengan pemantauan hilal atau rukyatul hilal oleh Kanwil Kemenag Provinsi yang hasilnya dilaporkan ke Ditjen Bimas Islam sebagai bahan penetapan.
Demikian disampaikan Kasi Urusan Agama Islam dan Rukyatul Hilal Dr Zulfadli LC kepada humas, melalui via WhatsApp, Sabtu (18/04).
Ia menegaskan meski terjadi pandemik Covid-19, Kanwil Kemenag tetap melakukan rukyatul hilal bersama Pengadilan Agama, instansi terkait, ormas Islam, dan tokoh masyarakat setempat.
“Rukyatul hilal serentak dilaksanakan secara nasional di masing masing provinsi dan nantinya hasil ini akan dikirim ke Kemenag pusat,” katanya.
Hal itu juga dibenarkan Kabid Urais Drs H Afrialsah Lubis, Sabtu, (18/04) melalui sambungan telephone.
Ia mengatakan sedikitnya ada sembilan protokol Rukyatul hilal yang harus diterapkan peserta kegiatan.
“Rukyatul hilal nanti harus menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dengan membatasi jumlah peserta maksimal 10 orang saja”, sebutnya. Tak ketinggalan, anjuran menjaga jarak sosial atau physical distancing harus dipatuhi petugas”, katanya.
Ketiga, dalam pelaksanaan Rukyatul hilal area antara perukyat dan undangan dibatasi dengan batas yang jelas. Keempat, dilokasi hisab rukyat akan disediakan sabun pencuci tangan desinfektan (sanitizer).
Sebelum dan sesudah digunakan, instrumen rukyat harus dibersihkan dengan kain yang dibasahi dengan cairan disinfektan, lanjutnya mengingatkan poin kelima.
Keenam, sebelum memasuki area rukyatul hilal, semua peserta harus diukur suhu tubuhnya dan menggunakan masker.
Ketujuh, setiap instrumen pemantauan, baik teleskop, theodolite, atau kamera, hanya dioperasikan oleh satu orang, tidak saling pinjam pakai. Petugas juga dilarang berkerumun di sekitar instrumen pemantauan yang telah ditempatkan, sambungnya memaparkan poin kedelapan.
"Bagi petugas yang merasa tidak sehat tidak boleh mengikuti kegiatan rukyatul hilal," lanjutnya menyebut protokol Rukyatul hilal yang terakhir.(vera)