Riau (Inmas) – Pasca berakhirnya proses seleksi Administrasi dalam pengrekrutan CPNS 2018, tak lama lagi harus melewati tahap Seleksi kemampuan dasar. Untuk itu Panitia penerimaan CPNS Kanwil Kemenag Riau, membuka hari pertama pengecapan sekaligus penanda tanganan kartu ujian bagi pelamar di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. “Kita menerima pelamar untuk pengecapan kartu ujian ini dimulai Tanggal 29 Oktober hingga 03 November pada jam kerja", jelas Ardimus salah seorang tim Panitia penerimaan CPNS, Senin (29/10) sore di ruang kerjanya.
Khusus untuk pelamar yang diluar wilayah kota Pekanbaru, panitia memberikan kesempatan kepada pelamar untuk pengecapan kartu ujian minimal 1 jam sebelum masuk waktu ujian di lokasi ujian.
Ardimus mengatakan untuk lokasi ujian direncanakan dipusatkan di daerah Labersa, namun hingga saat ini masih tetap menunggu keputusan dari panitia pusat. 3945 pelamar yang telah lulus tes administrasi ini wajib melakukan pengecapan dan penanda tanganan kartu ujian. “Karena untuk masuk ruang ujian dipastikan pelamar telah mendapatkan kartu ujian yang dicap panitia, lalu menunjukkan KTP. Artinya antara kartu ujian dan KTP dipastikan datanya sinkron", tukasnya.
Hal ini, sebutnya untuk mencegah adanya oknum yang tidak berkompeten masuk mewakili peserta yang ikut test CPNS ini. “Selektifitas ini perlu dilakukan, agar yang ikut ujian betul betul yang berhak dan telah lulus testing administrasi”, kata Ardimus.
Karena itu tahapan pengecapan dan penandatangan kartu adalah bagian daripada proses untuk memastikan si pelamar kompeten untuk ikut ujian.
Lebih jauh Ardimus menjelaskan untuk ujian SKD atau CAT ini, dalam penentuan lulus atau tidaknya panitia menggunakan sistem passing grade. ( Nilai Ambang Batas) “Minimal atau maksimal itu 3 x formasi, jadi kalau formasi 1 maka untuk yang lulus untuk ujian SKD itu sekitar 3, namun semisal dalam 1 formasi itu ada 10, maka yang lulus ada sebanyak 30 orang”, terangnya.
“Karena dalam perkiraan perhitungan kita formasi ada sekitar 3 orang , yang memenuhi standard passing gradenya. Ditambahkannya mengingat yang akan masuk ke dalam ruang ujian itu amat banyak, sekitar 3945 orang, maka untuk mensiasatinya agar lebih mudah dan efisien panitia sepakat menggunakan sistem abjad. “Bagi mereka yang namanya dimulai dari huruf A maka masuk ke ruangan ujian pada gelombang pertama, pada pukul 08.00 – 9.30 WIB, sebutnya.
Sementara itu untuk memastikan pelamar itu bisa masuk ujian jam berapa, kami panitia telah mengshare data absen lulusan berdasarkan abjad. “ Jadi yang ikut ujian untuk satu gelombang itu berkisar 850 orang, kemudian dari daftar absen itu dimulai dari huruf abjad a sampai e, patokannya tetap a adalah nomer 1 dimulai dari a (satu) terus berurutan hingga nomer 850, terangnya. Begitu juga gelombang kedua masuk pada jam 10.00 WIB dimulai dari 850 sampai 1700, dan seterusnya, kata Ardimus kepada Tim Inmas.(vera)