0 menit baca 0 %

354 Madrasah se Kota Pekanbaru Workshop Bedah SKL dan Penulisan Soal Try Out UN 2020

Ringkasan: Riau (Inmas)- Dalam rangka meningkatkan kesiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) Tahun 2020, Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menetapkan MAN 2 Pekanbaru sebagai tuan rumah pelaksanaan Worksop Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Penulisan Soal Try Out Ujian Nasional  tahun 2020 tingkat...

Riau (Inmas)- Dalam rangka meningkatkan kesiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) Tahun 2020, Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menetapkan MAN 2 Pekanbaru sebagai tuan rumah pelaksanaan Worksop Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Penulisan Soal Try Out Ujian Nasional  tahun 2020 tingkat MI, MTs dan MA se Kota Pekanbaru, 7- 9 November 2019 di Aula MAN 2 Pekanbaru.

Kegiatan dibuka oleh Kakankemenag Pekanbaru Dr H Edwar S Umar M Ag, didampingi Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dr H Muliardi M Pd, dan Panitia Penyelenggara Norerlinda M Pd. Dihadiri dan diikuti oleh perwakilan 345 madrasah yang ada di Pekanbaru.

Norerlinda mengatakan, Workshop Bedah SKL dan Penulisan Soal Try Out UN 2020 merupakan bagian dari program bidang kurikulum yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ujian dengan membedah SKL dan kisi- kisi ujian, memberikan pembekalan kepada para pendidik dalam melihat lingkup SKL yang telah ditetapkan oleh pemerintah, mengembangkan indikator soal, dan lainnya.

“Kegiatan ini sudah kita rencanakan sejak jauh bulan Mei 2019 lalu, dan Alhamdulillah sekarang bisa kita laksanakan. Sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan ini sangat mensupport dan mengapresiasi bagi Kemenag Kota Pekanbaru, yang telah memfasilitasi kita untuk laksankana kegiatan ini, semoga dengan kegiatan bedah SKL dan HOTS ini seluruh guru bisa lebih mengasah kemampuan anak- anak pada saat persiapan UN 2020 untuk mencapai prestasi dengan target 100 untuk setiap mata pelajaran UN,” harap Norerlinda.

Sementara itu Edwar mengatakan, selain untuk meningkatkan kesiapan menghadapi UN 2020, hal yang perlu menjadi perhatian para guru atau pendidik adalah, meningkatkan kedisiplinan, pembiasaan kebaikan, menjadi tauladan dan pengutan- penguatan dalam sikap.

“Sebagai seorang guru untuk menlahirkan anak didik berkualitas maka dia harus mendisiplinkan diri terslebih dahulu, pembiasaan kebaikan, menjadi teladan dan melakukan penguatan- penguatan sikap pada anak didik. Dengan demikian akan terbangun pondasi pendidikan yang kuat dan melahirkan anak yang berkualitas,” pesan Edwar usai membuka kegiatan workshop. (mus/ady)