Pekanbaru (Inmas)- Program maghrib mengaji sudah dimulai di beberapa kelurahan di Pekanbaru sejak adanya pencanangan dari Kanwil Kemenag Riau beberapa tahun yang lalu. Kasi Bimas Islam Kemenag Pekanbaru, H Muhammad Nazar S Ag berharap dengan adanya program maghrib mengaji, tidak ada lagi anak-anak usia pelajar yang mondar mandir pada jam krusial maghrib hingga Isya.
“Ini bagian dari mengedukasi anak-anak, meningkatkan mental spritual mereka’, ujarnya. Dengan adanya program maghrib mengaji ini orang tua dapat terbantu secara psikoligis,” sebutnya.
Untuk kota Pekanbaru sendiri jumlah tenaga pengajar untuk mengaji sudah cukup banyak dibantu oleh tenaga penyuluh fungsionl sebanyak 41 orang dan 270 orang penyuluh fungsional Non PNS di seluruh kecamatan yang ada. Dalam program mengaji tersebut tidak hanya pada waktu maghrib hingga isya kita galakkan, namun pada setiap madrasah dan sekolah umum lainnya sebelum dimulai proses belajar mengajar sudah diwajibkan mengaji terlebih dahulu. Bagi saya ini efektif, ucapnya.
Menurutnya sejalan program Pemkot dengan membantu mewujudkan kota metropolitan madani, telah banyak upaya yang dilakukan oleh Kemenag kota Pekanbaru untuk mensukseskan program ini. Saat ini ada sekitar 71 masjid paripurna di kecamatan dan kelurahan di Kota Pekanbaru dalam rangka mendukung program maghrib mengaji tersebut. (vera/dnms)