0 menit baca 0 %

31 Tahun 11 Bulan Dampingi Suami Mengabdi pada Negara

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Selama 31 Tahun 11 Bulan lamanya ia mendampingi suami Drs H Albakiran Balim yang bekerja untuk negara sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau. Mulai dari menjadi penyuluh agama hingga jabatan terakhir sebelum pensiun sebagai Kepal...
Pekanbaru (Humas)- Selama 31 Tahun 11 Bulan lamanya ia mendampingi suami Drs H Albakiran Balim yang bekerja untuk negara sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau. Mulai dari menjadi penyuluh agama hingga jabatan terakhir sebelum pensiun sebagai Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau banyak suka duka yang telah dilewati. Namun waktu puluhan tahun tersebut perempuan yang memiliki nama lengkap Hj Fatmawati, tak terasa telah berlalu seiring dengan pensiunnya suami tercinta. Ia menuturkan, sebagai isteri seorang PNS tentu tak lepas dari resiko mutasi dari satu ketempat lain, hal tersebut bukan mudah dijalani jika tidak dengan keikhlasan hati. Namun, ia dan suaminya mampu melewati semua itu dengan mudah dengan rasa kebersamaan yang selalu terjalin dimana saja suaminya ditempatkan. "Intinya adalah keikhlasan dan keinginan untuk bekerja dimanapun kita berada, dan itu yang selalu ditekankan oleh suami saya," ungkapnya penuh rasa haru pada acara Pertemuan Bulanan Sekaligus Perpisahan DWP Kemenag Riau dengan Ny Albakiran Balim yang telah memasuki masa pensiun di Aula Kemenag Riau, Jumat (10/11). Fatmawati mengakui, banyak pelajaran yang ia petik dari Kemenag, mulai dari rasa persaudaraan yang sangat tinggi, pergaulan yang tidak tebang pilih, serta keakraban yang tidak mungkin terlupakan walau tidak aktif lagi di DWP Kemenag. Hal tersebut tidak mungkin terlupakan dan sulit untuk didapatkan ditempat lain. Untuk itu ia berharap, agar DWP Kemenag tidak menjadikan perpisahan pada hari ini menjadi penghambat untuk terjalinnya silaturrahmi saat berada dimasyarakat. Selain itu, meminta maaf pada anggota Dharma Wanita Kemenag, karena selaku pemimpin tentunay dosa itu tidak pernah lepas. "Saya dan suami saya memohon maaf atas salah dan silaf yang melukai ibu-ibu semua. Dan kembali saya tegaskan, walau saya pensiun dari DWP Kemenag, itu hanyalah pensiun secara struktural sedangkan secara pribadi dirinya tetap akan aktif diberbagai organisasi wanita, sosial maupun keagamaan," harapnya. Acara perpisahan yang dihadiri oleh anggota DWP Kemenag Riau ditutup dengan pemberian cendramata, salam-salaman dan foto bersama. (msd)