Riau (Inmas)
Demi menambah dan membina wawasan guru agama Buddha yang ada di Provinsi Riau,
Bimbingan Masyarakat Buddha selenggarakan Kegiatan Pembinaan Guru Agama Buddha berkarakter Humanis terhadap 50 Orang Guru agama Buddha yang diadakan di Hotel Ratu
Mayang Garden, Kamis 13 September
2018.
Acara yang dibuka langsung oleh Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko, S.Pd,
MM diikuti beberapa narasumber yang kompeten dalam membentuk karakter Guru, diantaranya
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H.Ahmad Supardi
Hasibuan, MA.
Karakter Guru akan menentukan kualitasnya, salah satunya dengan perekrutan
CPNS yang benar- benar ketat serta penuh persaingan. Menteri agama, Lukman
Hakim Saifuddin memastikan ada 3 Syarat CPNS.
Pertama memiliki keilmuan dan Profesionalitas dalam bidangnya yang nantinya
dibutuhkan, yang mana keilmuan dan Profesionalitas tersebut akan dinilai
langsung oleh sisitim komputerisasi yang diadakan pada saat ujian, sehingga bisa
dengan cepat mengetahui hasil yang diperoleh, hal ini akan mengurangi terjadinya
kecurangan yang akan dilakukakan oleh berbagai pihak.
Kedua memiliki wawasan keagamaan yang tuntas artinya mengerti ajaran
agamanya serta mampu menerapkannya sehingga akan menjadi contoh dalam
masyarakat dalam menjaga kerukunan antar Umat beragama. Mereka yang diterima
tidak mempunyai masalah dengan persoalan keagamaan.
Ketiga mempunyai wawasan kebangsaan yang tuntas yang artinya mereka bisa
mengetahui apa itu Pancasila, serta mengerti makna Kebhinekaan bangsa Indonesia
yang sangat beragam papar Kakanwil.
Kakanwil berharap berharap Guru agama serta tokoh agama bisa merajut persatuan, karna agamalah yang paling
mudah untuk dijadikan memecah belah bangsa. Wawasan
keagamaan serta wawasan kebangsaan harus menjadi perhatian kita karna akan
menunjang untuk mempertahankan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita
harus bisa sebagai Pemersatu seperti salah satu Fungsi agama yang diajarkan
Email Durhain tegasnya mengakhiri materinya. (belen/dodo)