0 menit baca 0 %

3 Substansi Peningkatan Wawasan Multikultural dan Dialog Lintas Agama di Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) Mengusung tema Tingkatkan Wawasan Multikultural Sebagai Pondasi Keutuhan NKRI, Subbag Hukum dan KUB kanwil Kemenag Riau menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Wawasan  Multikultural dan Dialog Lintas Agama se-provinsi Riau di Pesona Hotel, Kamis (23/01).Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyud...

Riau (Inmas) – Mengusung tema Tingkatkan Wawasan Multikultural Sebagai Pondasi Keutuhan NKRI, Subbag Hukum dan KUB kanwil Kemenag Riau menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Wawasan  Multikultural dan Dialog Lintas Agama se-provinsi Riau di Pesona Hotel, Kamis (23/01).

Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA langsung membuka secara resmi kegiatan yang dimulai pada pukul 16.50 WIB tersebut.

Diikuti sebanyak 30 peserta kegiatan ini menghadirkan peserta dari penanggung jawab data/bahan KUB Kabupaten/kota sebanyak 11 orang, tokoh pemuda 12 orang, dan tokoh wanita 7 orang.

Secara konstitusional Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat multikultural, untuk mewujudkan hal tersebut banyak tantangan yang harus dihadapi, baik berkait dengan soal-soal kebangsaan maupun keagamaan. 

Demikian disampaikan Mahyudin di awal sambutannya kepada seluruh peserta. Untuk itu urgensi kegiatan ini dilaksanakan adalah sebagai upaya preventif terhadap segala potensi mengandung berbagai kerawanan konflik kepentingan di dalam masyarakat.

DR Anasri MPd selaku Kasubbag Hukum dan KUB Kemenag Riau menyatakan setidaknya ada tiga substansi dari kegiatan ini antara lain, guna mengembangkan dan menerapkan kerukunan umat beragama di dalam kehidupan bermasyarakat.

Kedua, agar mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya kerukunan umat beragama didalam kehidupan maayarakat.

Ketiga, agar pemimpin dan karyawan serta pengurus unsur lembaga keagamaan se-Provinsi Riau dapat memahami, mengembangkan dan memberikan serangkaian pendekatan serta alternatif untuk membatasi kekerasan. “Hal ini bisa dilakukan dengan mendorong perubahan perilaku yang positif bagi pihak pihak yang terlibat, sehingga konflik yang muncul   dapat berdampak positif”, ujarnya.(vera)