Bengkalis
(Inmas)- Gerakan menghafal al-Quran terus tumbuh di Indonesia, saat ini semakin
mudah melihat orang menghafal al-Quran, mereka datang dari berbagai kalangan,
mulai dari penyandang difabel, pegawai negeri, ibu rumah tangga, hingga
pejabat. Dari segi usianya pun beragam, mulai dari balita, remaja maupun manula
belajar menghafal al-Quran.
Sejumlah
institusi pun turut hadir dengan program untuk mencetak penghafal al-Quran. Yayasan
Pondok Pesantren Hubbul Wathan Duri menjadi salah satu lembaga yang berkhidmat
dalam syiar dakwah al-Quran, dan setiap tahunnya ratusan anak-anak lahir
menjadi penghafal al-Quran.
Pada
Sabtu (02/03) bertempat di gedung serbaguna Pondok Pesantren Hubbul Wathan Duri
telah digelar acara Wisuda Tahfizh al-Quran yang ke-7 untuk kategori 1 sampai
dengan 10 Juz. Â Kegiatan tersebut menobatkan
sebanyak 272 wisudawan/wati yang terdiri dari siswa MTs, SMP, MA dan SMA Hubbul
Wathan Duri Kabupaten Bengkalis, dengan mengangkat tema “al-Quran menjadi Syafa’at
dalam Kehidupan”.
Ketua
panitia pelaksana wisuda ustad Ade Yusuf Panjaitan, S.Sy, MH yang juga Kepala
SDS Hubbul Wathan Duri, dalam laporannya menyampaikan bahwa para hafizh dan
hafizhah al-Quran yang diwisuda tersebut merupakan siswa yang sudah melewati
ujian hafalan al-Quran minimal 1 Juz. Sebelum dinyatakan lulus, para hafizh dan
hafizhah harus memenuhi beberapa persyaratan yang diantaranya yaitu hafalan di
luar kepala lengkap dengan bacaan tajwidnya.
Lebih
lanjut, ustad Ade menyampaikan bahwa “jumlah peserta yang diwisuda tahun ini
jauh lebih banyak dari tahun lalu, yakni tercatat sebanyak 272 siswa, yang
terbagi dari beberapa kategori. Untuk kategori hafizh 1 juz sebanyak 46 siswa,
untuk hafizh 2 juz sebanyak 80 siswa, hafizh 3 juz sebanyak 128 siswa dan untuk
hafizh 4 juz sebanyak 9 siswa. Selanjutnya untuk kategori 5 dan 6 juz masing
masing tercatat sebanyak 3 siswa, sedangkan untuk kategori hafizh 7, 8 dan 10
juz masing masing 1 orang siswa” ungkap ustad Ade.
Pada
acara wisuda tersebut juga dilakukan penyematan medali serta penyerahan piagam
penghargaan secara langsung kepada para wisudawan/wati oleh Buya Hamka Riau
selaku Pimpinan Yayasan Ponpes Hubbul Wathan Duri, didampingi Pengawas Madrasah
Kemenag Bengkalis Hj Umi Masrurotin.
Turut
hadir pada acara tersebut Kepala MA Hubbul Wathan Helmi Mahboub Riyawi, Kepala
MTs Hubbul Wathan Irman Nopiardi, Kepala MI Hubbul Wathan Rabiah, Kepala SMA
Hubbul Wathan Pengeran Mujahidin Al Wathan, Kepala SMP Hubbul Wathandan Nasrun,
 Kepala TK Hubbul Wathan Pasmawita dan Kepala
MDTA Hubbul Wathan Salmah serta Ketua Perguruan Budi Suci Buya Syahrir.
Selanjutnya
ustad Ade Yusuf Panjaitan, menyampaikan dan berharap agar hafizh dan hafizhah
yang diwisuda ini bisa meningkatkan kembali hafalan yang sudah dikuasai,
perbaiki tahsin al-Qurannya, agar ketika melafalkan ayat-ayat al-Quran tersebut
sesuai dengan makna yang terkandung  dalam
ayat itu sendiri.
Semoga
dengan acara wisuda tahfizh al-Quran yang dilaksanakan ini bisa mencetak
generasi qurani, dan berharap kedepannya menjadikan Yayasan Ponpes Hubbul
Wathan Duri menjadi salah satu pusat studi al-Quran, khususnya di kota Duri dan
sekitarnya” ungkap ustad Ade.
Ketika nilai-nilai al-Quran
ini kita jadikan sebagai pedoman hidup dan dijunjung tinggi, maka setiap
langkah hidup kita, akan membawa kita ke arah yang lebih baik. Semoga kelak di
masa depan, mereka para hafizh dan hafizhah penghafal al-Quran yang akan berperan
menjadi penerus bangsa ini. Dan saat itu tiba, al-Quran menjadi penuntun mereka
akan amanah yang mereka emban, sehingga di genggaman para generasi Qurani
inilah keberkahan dan kemakmuran akan terealisasikan. Aamiin Allahuma aamiin.
(tfk)