250 Santri Ikut MQK V Kabupaten Kampar
Ringkasan:
Kampar (Humas)- Sebanyak 250 santri putra dan putri dari 25 Pondok Pesantren (PP) mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke- 5 tingkat Kabupaten Kampar. Dimana, santri tersebut akan mengikuti tiga kategori yang dipertandingkan dalam MQK, yaitu tingkat Ula atau tingkat Ibtidaiyah usia maksimal 15 t...
Kampar (Humas)- Sebanyak 250 santri putra dan putri dari 25 Pondok Pesantren (PP) mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke- 5 tingkat Kabupaten Kampar. Dimana, santri tersebut akan mengikuti tiga kategori yang dipertandingkan dalam MQK, yaitu tingkat Ula atau tingkat Ibtidaiyah usia maksimal 15 tahun, tingkat Wustha atau Menengah usia maksimal 18 tahun dan tingkat Ulya atau Aliyah dengan usia maksimal 21 tahun.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Drs H FAirus MA, Selasa (18/1) pada acara pembukaan MQK V dan Pospeda VI di Aula Kemenag Kampar mengatakan, program MQK dan Pospeda seharusnya sudah dilaksanakan pada tahun 2010 lalu, namun karena terkendala oleh anggaran dari Pemda Kampar, event tahunan tersebut baru bisa digelar diawal tahun 2011.
"MQK yang diikuti oleh 250 santri dari 25 PP se Kabupaten Kampar akan berlangsung selama tiga hari yaitu 18- 20 Januari 2011 di Aula Kantor Kemenag Kampar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktifitas penyelenggaraan MQK yang pada gilirannya dapat meningkatkan semarak dan pencitraan pendidikan pesantren dan penguasaan kitab kuning bagi para santri PP, khususnya di Kampar," ungkap Fairus.
Menurut Fairus, pelaksanaan MQK adalah untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab
rujukan berbahasa Arab (kutub at-turats), serta meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab. Untuk menjalin silaturahim antar pondok pesantren serta untuk meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.
Karena satu satu ciri khas pondok pesantren adalah penyelenggaraan program kajian ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber pada kitab-kitab berbahasa Arab yang disusun pada zaman pertengahan yang lebih dikenal dengan
nama kitab kuning (kutub at-turats). Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kitab kuning (kutub at-turats) sebagai literatur utama mulai berkurang, sehingga banyak alumni pesantren yang kurang mampu mendalami
ilmu-ilmu agama Islam dari sumber-sumber utamanya.
Sebagai upaya meningkatkan kembali perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab-kitab kuning (kutub at-turats) sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama Islam, maka perlu diselenggarakan perlombaan membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab kuning (kutub at-turats) bagi para santri pondok pesantren, melalui kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) antar pondok pesantren.
"Pemenang MQK akan dikirim untuk mengikuti MQK Nasional yang rencananya akan diadakan di Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)," pungkasnya. (msd)