0 menit baca 0 %

25 Pesan Petugas Kloter BTH 04 Menuju Armuzna Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada’

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam waktu sepekan mendatang jemaah calin haji akan melaksanakan wukuf di Arofah. Jemaah haji perlu mempersiapkan diri untuk melaksanakan tahapan arafah, muzdalifah dan juga Mina (Armuzna) yang menjadi puncak ibadah haji bersama jutaan jemaah dari seluruh dunia.


Riau (Inmas) – Dalam waktu sepekan mendatang jemaah calin haji akan melaksanakan wukuf di Arofah. Jemaah haji perlu mempersiapkan diri untuk melaksanakan tahapan arafah, muzdalifah dan juga Mina (Armuzna) yang menjadi puncak ibadah haji bersama jutaan jemaah dari seluruh dunia.

“Bagi jemaah dengan resiko tinggi seperti penderita juantung, disarankan untuk membadalkan ibadah melempar jamarat. Sebanyak 443 jemaah dan 5 petugas, sehingga total 448 terdiri dari 202 pria dan 241 jemaah wanita perlu memperhatikan 25 pesan dibawah ini jelang puncak haji”, terang TPIHI Hasmir kepada humas Senin (05/08).

Terkait persiapan dan proses armuzna, tawaf ifadah, dan tawaf wada, jemaah harus memperhatikan 15 hal berikut:

1. Membawa pakaian ihram 3 lembar( untuklaki – laki) 2 lembar dipakai dan 1 lembar di dalamtas.

2. Membawa pakaian ganti maximal 2 pasang.

3. Membawa peralatan mandi.

4. Membawa obat rutin untuk 7 hari.

5. Membawa kantong batu kerikil.

6. Bagi nafar anal supaya melapor kepada karu paling lambat 11 zulhijjah, karu melaporkekaron, karom melapor kepada ketua kloter juga paling lambat tanggal 11 zulhijjah.

7. Membawa alat pelindung diri (payung, topi, kacamata hitam, mashor, pelembab, watersprai).

8. Membawa alquran dan buku dzikir doa.

9. Membawa kursi roda bagi yang membutuhkan untuk aktivitas sekitar tenda.

10.Membawa snack cadangan (energen,mie nstan,roti,dan kurma).

11.Membawa perlengkapan sholat.

12. Membawakan tong kencing.

13. Membawa alas kaki yang bukan model jepit.

14.Membawa KKJH.

15. Untuk memudahkan komunikasi supaya memastikan paket data hp cukup.


Kemudian untuk proses armuzna dan Sesuai armuzna, ada 10 hal lagi yang wajib dipahami seluruh jemaah, antara lain:

1. Pada hari Jumat 8 zulhijjah 1440 H.

- Mandi sunah ihram sebelum subuh atau sesudah subuh.

- Jika berangkat sebelum zuhur maka sholat zuhur dan ashar di tenda arafah.

- Jika berangkat sesudah zuhur maka sholatjumat/zuhur dan ashar di hotel.

- Membawa niat haji di hotel sebelum berangkat ke arafah.             

2. Pada Sabtu 9 zulhijjah 1440 H.

- Jam 10.00 WAS persiapan wukuf di tenda( dalam keadaan berwudhu).

- Jam 12.30 WAS s.d selesai amaliyah wukuf( sholat zuhur dan ashar, khutbah wukuf, zikir dan doa.

- Mabid di Murdalifah dan mencari batu kerikil.

3. Pada Ahad 10 Zulhijjah 1440 H.

-Melontar jumrotul Aqobah (waktu terlampir dan di pandu oleh petugas).

4. Senin 11 Zulhijjah 1440 H.

-Melontar Jumrotul Ula. Wustho, dan Aqobah( waktu terlampir di pandu petugas maktab).

5. Selasa 12 Zulhijjah 1440 H.

-Melontar Jumrotul Ula. Wustho dan Aqobah. ( waktu terlampir di pandu petugas maktab).

-Bagi Nafar awal wajib keluar dari mina sebelum magrib dan kembali ke hotel.

6. Rabu 13 Zulhijjah 1440 H.

-Melontar jumrotul ula. Wustho dan aqobah (waktu terlampir dan di pandu petugas maktab).

-Wajib keluar dari mina sebelum magrib dan kembali ke hotel.

7. Kamis 14 Zulhijjah 1440 H.

-Melaksanakan tawaf ifadoh, sai dan tahlul tsani.

-Boleh melaksanakan tawaf ifadhoh, sai dan tahlul tsani tanggal 13 Zulhijjah setelah kembali ke hotel.

-Bagi yang uzur dan sakit boleh melaksanakan tawaf ifadhoh, sai dan tahlul tsani setelah tanggal 14 Zulhijjah.

8. Tawaf wada dilaksanakan paling lambat hari senin tanggal 18 Zulhijjah 1440 H/ 19 Agustus 2019 M.

9. Sholat fardhu selama di arofah dan mina secara jamak qosor.

10. Di harapkan kepada karu dan karom menyampaikan atau menginformasikan pada jamaah.

Dikatakan Hasmir ada waktu waktu terlarang melontar jumarat yakni di hari Minggu 10/12 Agustus dari Pukul 04.00 AM hingga 10.00 AM, Senin 11/12, dan Selasaq 12/12 dari pukul 10.00 AM hingga pukul 02.00 PM.(vera)