Riau (Inmas)- Dalam rangka
melestarikan seni budaya Islam sekaligus menghadapi Festival Seni Budaya Islam
(FSBI) Nasional di Yogyakarta, Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menggelar FSBI
Tingkat Provinsi Riau, Kamis (17/10/2019) di Aula Kanwil Kemenag Riau.
Acara dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, dengan dihadiri oleh Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI, Kasi MTQ H Mas Jekki Amri , Kasi- Kasi pada Bidang Penaiszawa, Majelis Hakim dan seluruh peserta lomba.
Dalam sambutannya Mahyudin mengatakan, kesenian islami salah satu khas Indonesia yang
merupakan aset
berharga dan banyak diminati. Namun
seiring perkembangan zaman mulai terkikis oleh waktu, untuk itu perlu terus
dikembangkan dan dikenalkan kembali kepada generasi muda bangsa.
“Banyak manfaat yang kita rasakan dalam seni buday Islam, visi
misi yang terkandung didalamnya yaitu sebagai syiar Islam dan menangkal
pengaruh budaya luar yang masuk. Jika dikembangkan dengan baik, seni Islami
juga sangat mahal, seperti Nissa Sabyan, Opic dan lainnya. Untuk itu, seni
budaya Islam harus terus dikembangkan,” ungkapnya dan berharap agar festival ini
dapat menghasilkan vocalis yang bisa bersaing di kancah Nasional dan
Internasional.
HM Saman, menyebutkan, FSBI Riau diikuti oleh 24 orang
peserta dari 10 Kabupaten/ Kota se Riau kecuali Dumai dan Siak. Peserta terbaik
akan diutus pada FSBI Tingkat Nasional pada 22- 25 Oktober 2019 di Yogyakarta.
“Lagu wajib yang kita perlombahakan hari ini ada 2 yaitu
Habibal Qalbi Nissa Sabyan dan Rapuh by Opic dengan 10 lagu pilihan,
diantaranya jagalah hati dan beberapa lagu lainnya. Terhadap pemenang akan kita
utus pada FSBI Nasional di Yogyakarta,” ucapnya.
Ditambahkan Mas Jekki Amri, pada FSBI Nasional Riau akan mengikuti
2 cabang lomba, yaitu vocalis putra dan lomba teater yang. “Untuk vocal hari
ini akan kita tentukan, sedangkan teater sudah ditunjuk dan saat ini sedang
menjalani latihan di Pekanbaru. Mudah- mudahan kita bisa tampil maksimal dengan
hasil terbaik,” ucapnya. (mus/adi/faj/ana)