0 menit baca 0 %

207 Orang CJH Kota Dumai Suntik Meningitis

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular meningitis selama menjalankan ibadah haji ditanah suci Mekkah, sebanyak 207 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Dumai diberikan vaksin meningitis, minggu (29/05) yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Dumai Barat.

Dumai (Inmas) - Untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah tertular meningitis selama menjalankan ibadah haji ditanah suci Mekkah, sebanyak 207 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Dumai diberikan vaksin meningitis, minggu (29/05) yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Dumai Barat. Dalam pantauan tampak petugas haji dari Kemenag H.Hermanto,S.Pd.I dan Rasilawana,S.Sy tengah sibuk mendata CJH yang ingin diperiksa kesehatan.

Saat memantau CJH, Kakan Kemenag Dumai H.Darawi mengatakan vaksin tersebut wajib bagi Calon Jemaah Haji untuk melindungi resiko tertular meningitis, yaitu suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang dan keracunan darah.

Dijelaskannya, meningitis adalah penyakit serius dengan angka kematian yang cukup tinggi. Bakteri ini sebenarnya tidak ada di Indonesia tapi untuk orang yang akan bepergian ke negara lain terutama ke daerah endemi, harus divaksin, maka dari itu seluruh CJH asal kota Dumai wajib di vaksin menginitis sebelum berangkat ke tanah suci Mekah, jelas Kakan Kemenag.

Sementara itu, Kasi PHU H.Zakaria mengatakan selain memberikan vaksin meningitis, sebanyak 207 CJH pada hari ini juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan jantung. Bagi CJH wanita akan mengikuti pemeriksaan kehamilan. Bagi yang hamil bisa batal berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima. Hal itu sudah diintruksikan dari Kementerian Agama.

"Tahapan pemeriksaan kesehatan bagi CJH merupakan salah satu persyaratan penting mengingat standarisasi kesehatan jemaah harus dijaga dan diperhatikan sepenuhnya oleh pemerintah," katanya menambahkan.

"Faktor kesehatan itu meliputi, jemaah tidak mengidap penyakit kronis yang dapat membahayakan kesehatan di tanah suci, selanjutnya faktor usia lanjut yang harus sehat mandiri serta tidak mengidap penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya seperti jantung," ungkap H.Zakaria.(jaka)