Riau (Inmas)- Pengutan kelembagaan, sarana dan prasana (Sapras) Pondok Pesantren
Salafi (PPS) akan menjadi program utama bidang Pendidikan Agama an Kegamaan
Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Riau Tahun 2019.
Kabid Pakis: Drs. H. Fairus, MA, mengatakan, untuk penguatan kelembagaan sudah dimulai sejak tahun 2018, dimana pondok- pondok salafiah sudah mulai di akreditasi. “Tahun 2018 diajukan 13 pondok yang kita ajukan, teralisasi 7 pondok dengan predikat 3 akreditasi A, 1 B dan 1 C. ini akan dilanjutakan tahun ini sebanyak 9 pondok dengan bekerjsama dengan Badan Akreditas Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF) Riau,” jelasnya.
Untuk pembangunan sarana dan prasarana asrama baru atau pun rehab, ruang kelas baru dan sanitasi juga akan dilaksanakan dibeberapa PPS. Selain itu PPS telah diwajibkan menjalankan tahfiz qur’an dan tahfiz hadist, dengan output minimal 10 juz Alqur’an dan hafiz arbain.
“Kita fokus ke PPS karena pondok pesantren khalafi pada umumnya
masih banyak pendidikan umum, mulai dari MI sampai MA,” jelasnya. “Untuk PAI
seluruh soal USBN 25 % nasional 75 % oleh tim provinsi, ini juga telah tungas
dilaksanakan kemarin,” ungkapnya dan mengatakan pihaknya saat ini tengah
mempersiapkan diri untuk menghadapi Pospenas di Jawa Barat dan Pentas PAI di
Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019. (mus/ana)