0 menit baca 0 %

2018, Penghimpunan ZIS Baznas Riau Naik 136,3 %

Ringkasan: Riau (Inmas)- Pada tahun 2018 penghimpunan Zakat Infak Sadaqah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau naik 136,6 ?ri tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 terhimpun Rp2.300.879.164, sedangkan pada tahun 2018 mencapai Rp 5.436.666.912.Ketua Baznas Riau, H.

Riau (Inmas)- Pada tahun 2018 penghimpunan Zakat Infak Sadaqah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau naik 136,6 ?ri tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 terhimpun Rp2.300.879.164, sedangkan pada tahun 2018 mencapai Rp 5.436.666.912.

Ketua Baznas Riau, H. Yurnal Edward, SE, M.Si, Ak.CA saat dikonfirmasi di kantornya komplek Masjid Raya An-Nur Pekanbaru, Jumat (22/2/2019) mengakui, kinerja yang berhasil diperoleh Baznas Riau, mengalami kenaikan yang sighnifikan, kalau dipersentasekan mencapai lebih kurang 136,3 %.

Menurutnya, pertumbuhan itu terjadi dari semua segmen meningkat.  Dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dilihat dari segi pertumbuhan atau jumlahnya bukan nominalnya mengalami peningkatan 100%.  Meskipun potensi ASN itu dari perbandingan yang diperoleh hanya didapat sekitar 10%, kemudian sisanya dari masyarakat.

Baznas Riau menerapkan strategi pendekatan-pendekatan secara persuasif pada Muzakki.  Melalui hubungan emosional, jalinan silaturahmi yang rutin dilakukan baik secara personak atau kelompok atau group. Jadi strategi peberapan seperti ini yang dilakukan.  Alhamdulillah dana zakat yang diperoleh meningkat secara sighnifikan,” jelasnya.

Diakuinya juga, di Baznas Riau memang ada tim pengumpulan.  Tapi tim pengumpulan ini tidak bisa bekerja optimal kalau tidak di support oleh tim yang lain.  Jadi peningkatan kinerja yang terjadi di tahun 2018, karena kekompakan seluruh tim yang ada.  Ini dicoba untuk ditingkatkan terus baik dari intensitasnya maupun ekstensifikasinya.  Sehingga pendapatan kinerja di tahun 2019 tetap akan terjadi peningkatan.  

"Untuk target tahun 2018 ke 2019, pencapaiannya  sudah disepakati yaitu hampir 100%.  Jadi kekompakan tim selalu harus dijaga agar target yang ditetapkan bisa tercapai bahkan kalau boleh lebih dari yang ditargetkan.  Memang tiap bidang sudah punya tugas dan tanggung jawab masing-masing, tapi harus saling bersinergi antara satu sama yabg lainnya," jelasnya lagi.

Disampaikan juga, fenomena pemberian ZIS di Provinsi Riau khususnya oleh Mustahiq masih belum masif, masih banyak melakukan pendekatan secara tradisional.  Jadi perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, informasi dan lainnya secara inten.  Potensi zakat yang mencapai lebih Rp 1 triliun, pencapaiannya yang didapat dari berbagai lembaga zakat belum menembus angka Rp 1 miliar.

"Kendala terbesar adalah merubah kebiasaan yang sudah terjadi ratusan tahun dari para Muzakki yang berikan zakat secara kangsung pada Mustahiq tanpa melewati Amil.  Walaupun secara syariat Islam khususnya untuk zakat, penyalurannya harus melalui Amil (surat At-Taubah)," katanya menyebutkan permasalahan.

Jadi menurut H. Yurnal Edward, SE, M.Si, Ak.CA, inilah tugas yang dihadapi yang memang selama ini baru hanya sebatas himbauan, kesadaran, keiklasan, sukarela dan lainnya yang mesti dirubah.  Sementara SDM yang dimiliki masih terbatas baik dari kuabtitas maupun kualitas.  "Saat ini Baznas Riau bagaimana meningkatkan jumlah Amil dan kualitas Amil dengan melakukan pelatihan-pelatihan dan llainnya," tambahnya.

Bagaimana juga menurut H. Yurnal Edward, SE, M.Si, Ak.CA, membuat standarisasi pendistribusian yang seragam sesuai Perbaznas yang sudah terbentuk Undang-Undangnya.  "Jadi mengelola zakat sudah mulai masuk secarah fiskal.  Penyimpangan penyelenggaraan, tidak bayar zakat atau curang bayar zakat, itu sudah sebuah kesalahan.  Kita akan mengarah ke situ, tunggu penjabarannya apakah melalui Pergub, Perda atau peraturan pemerintah," terangnya. (mus/ist)