Riau (Inmas)- Total
pendistribusian yang telah dilakukan di tahun 2018, baik yang dilakukan dalam
bentuk program maupun penyaluran pada
asnaf (orang yang berhak menerima zakat) mencapai sekitar Rp62.061.952.325 dengan rincian, untuk
penyaluran dalam bentuk Asnaf Rp33.079.165.106 dan dalam bentuk program
Rp28.982.787.219.
Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Provinsi Riau, Idris, SE Sy, Senin (25/2/2019) mengakui kalau sistim pendistribusian zakat yang dilakukan oleh Baznas Provinsi Riau baik berupa konsumtif maupun produktif berupaya mencakup seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau. Ini dengan mencakup lima program dan berdasarkan beberapa asnaf yang ada.
“Realisasi
penyaluran per Asnaf pada Tahun 2018 yang telah dilakukan adalah untuk Fakir
dengan jumlah Rp1.031.898.000, penyaluran ke Kabupaten Kampar sebesar
Rp164.450.000, Kuantan Singingi Rp802.400.000 dan Kota Dumai sebesar Rp9.848.000.
Untuk Miskin dengan jumlah Rp22.531.977.651, disalurkan ke Kampar Rp6.735.010.350,
Indragiri Hulu Rp1.998.953.000, Bengkalis Rp1.370.724.700, Kuantan Singingi Rp5.536.409.500
dan Kota Dumai Rp3.550.932.343,” rincinya.
Sedangkan
untuk Amil Rp4.730.524.708 yang disalurkan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp1.014.033.689,
Indragiri Hulu Rp336.497.608, Bengkalis Rp273.012.443, Kuantan Singingi
Rp1.151.903.082 dan Kota Dumai Rp1.193.312.655. Untuk Muallaf
Rp144.484.488 yabg disalurkan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp63.885.000,
indragiri Hulu Rp9.390.000, Bengkalis Rp13.400.000 dan Kota Dumai Rp
32.809.488.
Untuk Gharim
berjumlah Rp248.763.000, didistribusikan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp160.430.000
dan ke Kota Dumai sebesar Rp88.333.000. Untuk Sabilillah berjumlah Rp4.376.238.559
yang disalurkan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp1.798.550.000, Indragiri Hulu
sebesar Rp245.604.000, Bengkakis Rp95.720.000, Kuantan Singingi Rp91.795.000
dan Kota Dumai sebesar Rp1.461.087.000. Sedangkan untuk Ibnu Sabil berjumlah
Rp20.278.700 disalurkan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp2.615.000, Bengkalis
Rp2.730.700, Kuantan Singingi Rp4.200.000 dan Kota Dumai sebesar Rp4.700.000.
Sementara
untuk realisasi penyaluran per program terdiri dari bidang Pendidikan,
Kesehatan, Kemanusiaan, Ekonomi dan Dakwah - Advokasi. Untuk Pendidikan
berjumlah Rp4.936.806.802, didistribusikan ke Kabupaten Kampar sebesar Rp817.315.000,
Indragiri Hulu sebesar Rp1.508.800.000, Bengkalis Rp118.590.000, Kuantan
Singingi Rp1.965.050.000 dan Kota Dumai sebesar Rp180.221.000.
Untuk Program
Kesehatan berjumlah Rp700.880.110 yang disalurkan je Kabupaten Kampar sebesar
Rp436.810.000, Indragiri Hulu Rp10.000.000, Bengkalis Rp68.700.000, Kuantan
Singingi Rp52.882.000 dan Kota Dumai sebesar Rp105.638.110. Program
bidang Kemanusian berjumlah Rp11.353.838.673 didistribusikan ke Kabupaten
Kampar sebesar Rp5.080.918.350, Indragiri Hulu Rp260.907.000, Bengkalis
Rp668.139.700, Kuantan Singingi Rp2.435.077.500 dan Kota Dumai Rp
2.256.639.123.
Kemudian untuk
program ekonomi berjumlah Rp 7.968.018.645 yang disalurkan ke Kabupaten Kampar
sebesar Rp 1.204.362.000, Indragiri Hulu Rp 294.046.000, Bengkalis Rp
231.020.000, Kuantan Singingi Rp 2.059.000.000 dan Kota Dumai Rp
914.526.000. Sedangkan untuk program Dakwah - Advokasi berjumlah Rp
4.023.242.989 yang disalurkan ke Kabupaten Kampar Rp 1.385.535.000, Indragiri
Hulu Rp 180.194.000, Bengkalis Rp 49.500.000, Kuantan Singingi Rp 72.795.000
dan Kota Dumai sebesar Rp 1.990.512.390.
“Pendistribusian
yang dilakukan dalam bentuk produktif berupa bantuan ternak kambing maupun sapi
bagi kelompok tani yang ada. Salah satu contoh di Rohil dengan bantuan 10
ekor ternak Kambing. Di Rohul juga ada bantuan Kambing dan Sapi secara
berkelompok 10 ekor untuk 10 petani. Juga ada kegiatan bedah rumah seperti di Inhil. Usaha hortikultura
di kampung binaan dan kegiatan lainnya,” sebutnya sembari mengakui kalau tiap enam bulan sekali dilakukan
pemantauan ke lapangan. (mus/ist)