2000 Siswa Madrasah Tsanawiyah di Riau Ikut UAMBN
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Sekitar 2000 siswa Madrasah Tsnawiyah (MTs) yang tersebar di 12 Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau, Senin (14/3) mengikuti Ujian Akhir Madrasah Bertaraf Nasional (UAMBN) tingkat MTsN tahun 2011. Mereka akan mengikuti UAMBN selama tiga hari, yaitu Senin - Rabu (14- 16 Maret) denga...
Pekanbaru (Humas)- Sekitar 2000 siswa Madrasah Tsnawiyah (MTs) yang tersebar di 12 Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau, Senin (14/3) mengikuti Ujian Akhir Madrasah Bertaraf Nasional (UAMBN) tingkat MTsN tahun 2011. Mereka akan mengikuti UAMBN selama tiga hari, yaitu Senin - Rabu (14- 16 Maret) dengan lima mata pelajaran Al-Qur`an Hadist, SKI, Aqidah Akhlak, Fikih, dan Bahasa Arab.
Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Mapenda Drs Edwar S Umar, dan Kasi Kurikulum Drs Efrion Efni M Ag, usai melakukan tinjauan ke beberapa Madrasah mengatakan, ada beberapa tujuan dan Fungsi UAMBN, diantaranya untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir suatu jenjang pendidikan, sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan secara nasional.
"Seain itu, UAMBN berfungsi sebagai bahan dalam pemetaan dan umpan balik untuk perbaikan program pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di madrasah, dan bahan pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan madrasah kepada stakeholder pendidikan di Kementerian Agama," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Riau, Drs H Edwar S Umar, M Ag, mengungkapkan, untuk suksesnya penyelenggaraan UAMBN MTsN di Riau pihaknya telah menurunkan 48 orang tim monitoring untuk memantau pelaksanaan UAMBN di Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau.
"Tim ini akan memantau pelaksanaan UAMBN diseluruh madrasah, karena AMBN merupakan mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran (mapel) Pengetahuan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Lingkungan Madrasah," tegasnya.
Untuk itu ia berharap agar pelaksanaan UABMN 2011 dapat berjalan dengan jujur dan adil dengan melibatkan semua pihak. Orang tua hendaknya juga terlibat dalam pendidikan anak dengan melakukan pengawasan terhadap pola belajar anak, mengontrol kesehatan sang anak dengna memberikan gizi yang cukup dan hal terkait lainnya.
"Orang tua wajib mengontrol anaknya belajar, mengawasi anak mulai dari bejalar malam maupun subuh. Sehingga nilai- nilai yang dihasilkan dalam UAMBN benar- benar nilai yang memuaskan sesuai tingkat usaha sang anak," harapnya. (msd)