Riau (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrahmenggelar simulasi keberangkatan calon jamaah haji Tahun 1440/2019 di Asrama Embarkasi Haji Antara Riau, Kamis (02/04).
Kegiatan simulasi dihadiri perwakilan Ditjen PHU Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Riau, Asisten I Pemprov Riau, Sekda Prov Riau Kepala KKP Kelas II Pekanbaru, Kabid PHU Kemenag Riau, Kakankemenag Kabupaten/kota, jajaran Kasi PHU Kankemenag kabupaten/kota se-Riau dan jamaah haji.
Simulasi yang digelar merupakan praktek langsung dilapangan yang diikuti 90 orang jamaah yang tergabung dalam dua rombongan. Rombongan jamaah ini merupakan KBIH pembinaan dari kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Edward S Umar didampingi Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Pekanbaru.
Ka.Kanwil, H Mahyudin menuturkan simulasi ini penting dilakukan untuk melihat langsung proses pelayanan kepada jamaah yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertujuan agar seluruh pelayanan kepada jamaah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Mahyudin menilai tahapan-tahapan yang dilakukan pada contoh simulasi dilakukan secara terpadu dengan sistem One Stop One Service. "Mulai dari jamaah masuk asrama, melakukan sejumlah pemeriksaan baik itu kesehatan dan dokumen hingga tahapan diberangkatkan menuju tanah suci dilakukan secara profesional," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Kabid PHU Kemenag RI Erizon Efendi mengaku telah melakukan upaya maksimal dalam melakukan simulasi rekayasa atau percontohan kepada perwakilan dua rombongan jamaah haji.
Dikatakannya Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan sejumlah persiapan pelayanan jamaah haji tahun ini, termasuk simulasi percontohan hari ini. Simulasi itu mencakup fase kedatangan jamaah di asrama, seluruh pelayanan yang diterima di asrama, proses keberangkatan jamaah hingga mengantarkan jamaah ke Bandara SSK II nanti, sebutnya.
"Proses simulasi alhamdulillah berjalan lancar. Bersyukur, secara keseluruhan layanan sudah siap 65 persen. Tinggal lagi simulasi terkait problem solving, ketika ada kasus kasus jamaah. “Memang masih ada kelemahan disana sini, ini kan baru rekayasa belum yang sesungguhnya, insyaallah akan kita jadwalkan lagi untuk simulasi yang lebih lengkap. “Semoga simulasi yang diagendakan pasca Idul Fithri bisa menghadirkan seluruh jamaah, minimal satu kloter” ungkapnya.
Pada saat itu pihaknya juga mengungkapkan akan menciptakan problem solving atas kasus dan masalah pelayanan pada simulasi berikutnya. “Baik itu saat kedatangan, berada diembarkasi, atau pun saat keberangkatan nanti” terang Erizon.
Menurutnya simulasi ini sangat urgen, guna mengukur waktu pelayanan, mulai dari proses kedatangan, keberangkatan. “Karena dalam proses simulasi kita telah menentukan titik titik layanan dan setiap titik layanan itu sudah kita hitung waktunya, jadi estimasi waktu kita bisa prediksi sekarang, sehingga saat operesional kita sudah bisa menentukan starting waktu pelayanan kepada jamaah, hingga pelepasan estimasi terakhir jamaah sudah berada di Bandara”, terangnya.
“Apalagi menurut kesepakatan kita dengan
pihak Arab Saudi, Penerbangan jamaah paling lambat jam 5 subuh, jamaah sudah
harus berada di Bandara Hang Nadim Batam, setelah sekitar 5 jam menunggu jamaah
langsung boarding pass untuk diterbangkan ke Arab Saudi”, jelasnya kepada
humas.(vera/tarom)