0 menit baca 0 %

19 Koper JCH Riau Hilang, PPIH dan Ketua Kloter Diminta Pro Aktif

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kasus kehilangan 19 koper Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam Kloter 12 asal Jamaah Kuansing dan Rokan Hulu (Rohul) merupakan kasus kehilangan yang sangat besar. Untuk itu, Ka Kanwil Kemang Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Jumat (29/10) meminta agar Panitia Penyelenggara Ibadah H...
Pekanbaru (Humas)- Kasus kehilangan 19 koper Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Batam Kloter 12 asal Jamaah Kuansing dan Rokan Hulu (Rohul) merupakan kasus kehilangan yang sangat besar. Untuk itu, Ka Kanwil Kemang Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Jumat (29/10) meminta agar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam dan Ketua Kloter 12 BTH untuk pro aktif dan intensif menangani kasus tersebut. Menurut Asyari Nur, kehilangan dalam jumlah besar tersebut bukan karena kelalaian jamaah, tetapi karena kelalaian petugas. Khususunya petugas yang ada di bandara madina menuju ke hotel tempat jamaah menginap. "Jika kemungkinan kehilangan atau missing link koper JCH kloter 12 BTH terjadi dari Bandara ke bus atau dari bus ke Maktab, maka ini kelalaian dari buruh angkut disana. Untuk itu, harus dilakukan pengecekan ulang lagi dimana barang tersebut hilang. Jika tidak juga ditemukan, maka permasalahan ini harus diatasi atau diganti rugi oleh sektor Daker Madinah atau tempat barang itu hilang," tegas Asyari. Menurutnya, Proses pemberangkatan koper atau bagasi Jamaah Calon Haji (JCH) dari Embarkasi ke Madinah itu melalui beberapa tahapan. Pertama, serah terima dari panitia PPIH ke pihak penerbangan dalam hal ini Saudi Arabian Airlines (SAA). Kedua, saat tiba di Bandara Madinah serah terima kembali dilakukan oleh pihak penerbangan SAA ke petugas haji sektor bandara di Madinah. Pengecekkan juga dilakukan oleh petugas haji Indoneisa non kloter di sektor terminal hijrah di Madinah saat JCH melakukan transit sebelum diantar ke hotel tempat jamaah menginap. "Serah terima hanya terjadi di Bandara sementara di terminal hijrah hanya dilakukan pengecekan biasa sampai barang jamaah tersebut sampai ke hotel. Dan pengangkutan barang dari bus ke kamar hotel jamaah dilakukan oleh Muassasah (panitia haji disana). Untuk itu, PPIH Embarkasi Batam dan ketua kloter harus melakukan penelusuran dimana barang-barang tersebut hilang dengan melakukan koordinasi dengan pihak bandara, panitia haji non kloter yang ada disana dan muassasah," ungkap Asyari. Permasalahan tersebut kata Asyari harus ditangani secara cepat, karena jamaah sudah kewalahan dan mulai risau dengan pakaian yang harus mereka kenakan saat akan melakukan umrah ke Makkah. "PPIH dan ketua kloter harus pro aktif dan secara intensif menghubungi sektor daker Madinah, jika memang tidak memungkinkan lagi koper-koper tersebut tidak ditemukan, maka ini harus ditangani oleh pihak Daker dengan memberikan ganti rugi agar mereka bisa membeli pakaian dan kebutuhan lainnya agar rangkaian ibadah haji mereka tidak terganggu," tegasnya. (msd)