0 menit baca 0 %

150 ASN Kemenag Riau Uji Kompetensi pada Asesmen 2018

Ringkasan: Riau (Inmas)- Untuk pemetaan kompetensi Aparatur Negeri Sipil (ASN), sebanyak 150 ASN di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau menjalani Uji Kompetensi Asesmen Tahun 2018 di Aula Utama Kantor Wilayah Kemenerian Agama Provinsi Riau, Sabtu (24/3/2018).Acara yang ditaja oleh Subbag Kepegawaian dan Ortala Kanw...

Riau (Inmas)- Untuk pemetaan kompetensi Aparatur Negeri Sipil (ASN), sebanyak 150 ASN di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau menjalani Uji Kompetensi Asesmen Tahun 2018 di Aula Utama Kantor Wilayah Kemenerian Agama Provinsi Riau, Sabtu (24/3/2018).

Acara yang ditaja oleh Subbag Kepegawaian dan Ortala Kanwil Kemenag Riau tersebut dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dengan didampingi oleh Kepala Bagian Asesmen dan Bina Pegawai Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Iwan Kurniawan S Pd M SI, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Kasubbag Ortala dan Kepegawaian H Afrialsah LubisM Pd, Pihak Asesor dan dihadiri oleh seluruh panitia dan peserta Asesmen.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA menyebutkan, untuk mendapatkan calon pimpinan yang berkualitas maka asesmen merupakan langkah untuk menentukan seseorang layak atau tidak untuk mejabat suatu jabatan, khususnya yang terkait dengan 5 Budaya Kerja, yaitu integritas, profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan.

“Kita berharap dengan kegiatan ini kita bisa menghasilkan ASN yang memiliki kompetensi khususnya yang tekait dengan 5 budaya kerja. Jika ini sudah dimiliki oleh seorang ASN, maka tidak akan diragukan lagi kopetensinya untuk menempati sebuah jabatan yang sesuai dengan kemampuannya,” ungkap mantan Kakankemenag Rohul ini.

Kepala Bagian Asesmen dan Bina Pegawai Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Iwan Kurniawan S Pd M SI, menjelaskan, untuk pelaksanaan assesmen dilaksanakan dalam 3 prosedur, pra asesmen, pelaksanaan asesmen, dan pasca asesmen.

“3 Prosedur asesmen, yaitu pra asesmen yang sudah siap dilaksanakan minggu kemarin untuk menentukan kompetensi apa yang dimiliki sesuai dengan regulasi, level jangan sampai tidak mencapai target, menentukan asesor. Prosedur kedua pelaksanaan asesmen inilah yang sedang berlangsung dengan uji kempetensi yang diberikan oleh pihak asesor dari luar dari teknis, manajerial, maupun social kultural. Dan Pasca asesmen yaitu hasil asesmen akan diberikan feedback atau umpan balik agar diketahui kelebihan dan kelemahan ASN bersangkutan, jika kelemahan maha harus ditingkatkan, jika memiliki kelebihan akan diberikan promosi atau tempat yang lebih baik dari saat ini,” jelasnya.

Untuk itu, peran Biro Kepegawaian RI bertugas melakukan pengawasan dan koordinasi untuk memastikan asesmen sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Meski dalam pelaksanaan Kepegawaian cenderung mengalami kendala terkait dengan biaya, dimana jumlah orang dengan biaya tidak sebanding, karena pelaksanaan asesmen butuh cost besar.

“Namun kita sudah membuat langkah- langkah untuk meminimalisir permasalahan ini, barangkali dengan asesor sendiri, adanya assessment center sendiri, sehingga mengurangi biaya sewa gedung dan asesor nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu Kasubbag Ortala dan Kepegawaian H Afrialsah Lubis M Pd, untuk alokasi dana Asesmen di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau Tahun 2018 sebanyak 150 orang yang berlangsung pada 24 – 25 Maret 2018 di Kanwil Kemenag Riau terdiri dari Uji Kompetensi Teknis, Manajerial dan Sosial Kultural dengan alat ukur tes tertulis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara  dan tes kemampuan computer.

“Karena keterbatasan anggaran untuk tahun 2018 yang hanya untuk 150 peserta aseseman, maka kita melakukan seleksi yang cukup ketat melalui seleksi administrasi dan kepegawaian dengan mengutamakan orang- orang yang memiliki kompetensi teknis, manajerial, social kultural. (mus/eka/anto)