Jepara (Inmas) - Babak penyisihan Musabaqah Qira'atil Kutub MQK nasional ke VI di Jepara telah selesai dilaksanakan. Dimana 15 dari 59 orang santri kontingen Riau dipastikan masuk final berdasarkan rekapan akhir dewan hakim yang diterima dari panitia pada Minggu (03/12).
Sesuatu yang cukup membanggakan dari babak penyisihan yang diperjuangkan dengan maksimal oleh para santri duta Riau ini. Data yang diperoleh dari hasil jurnal Tim IT MQK ke VI update terakhir jam 22.38 WIB.
Dihubungi terpisah beberapa pengasuh sekaligus tenaga pengajar di Pondok Albadr diantaranya Mel Asbet Lc M.E.I, Aqmeli Lc, dan Afnaili Lc mengatakan sangat bersyukur dengan para santri Albadr bisa menunjukkan kebolehannya dalam kancah nasional tersebut.
Dari 15 yang lolos ke babak final, 1 diantaranya berhasil mengantongi nilai tertinggi yaitu atas nama Desrama Huda pada cabang Ushul Fiqh Wustho asal Pondok Pesantren Almunawwarah. Sementara 2 lainnya berada pada ranking kedua atas nama Khaulah pada cabang Tarikh 'ulya asal PP Albadr dan Areza Herfika cabang tafsir wustho asal PP Albaqiyatussa'diyah.
Selanjutnya yang berhasil meraih posisi ke 3 dari enam finalis, diraih oleh 2 santri putera atas nama Yadil Akrim pada cabang Nahwu 'ula asal PP Almunawwarah dan Andre Dinata cabang Akhlaq 'ula asal PP Albaqiyatussa'diyah. Dan 1 orang santri lainnya berada pada ranking ke 4 pada cabang tafsir 'ulya atas nama Putri Lestari asal PP Albadr.
Selain itu ranking ke lima diraih oleh 4 santri diantaranya Gema Nusantara pada cabang Fiqh 'ula asal PP Albaqitussa'diyah, Helma Mike Folina asal PP Albadr pada cabang Tauhid 'ula, Fitri Amelia asal PP Darun Nadhah cabang Fiqh Wustho, dan Nabila Hafidhoturrahmah asal PP Al badr cabang tarikh 'ula.
Sementara 5 lainnya lagi, berhasil meraih posisi ke enam yakni Wirdatul Husna cabang hadist 'ulya asal PP Almunawwarah, Intan Sari Fortuna pada cabang ilmu tafsir asal Almunawwarah, Anisa Putri Utami asal PP Albadr cabang Ushul Fiqh 'ulya, mulya Fikri Js asal PP Almunawwarah cabang Akhlak wustho, dan Anugrah Gusti Wardana asal PP Allfurqon cabang Hadis 'ulya.
Menanggapi hal ini, Drs H Fairus mengatakan ini adalah capaian membanggakan dari even even MQK sebelumnya. Ia menitipkan pesan kepada para kyai, pembimbing dan official agar tetap dalam kesabaran dan keikhlasan membimbing anak anak. Hal ini tidak terlepas dari do'a dan kesungguhan anak anak kita dalam berlatih.
"Jaga kekuatan fisik, kekuatan ilmu, kecerahan hati dan fikiran, dan jangan sombong serta takabbur, tetaplah berusaha dan berjuang dengan maksimal, dengan kerendahan hati, insyaallah perjuangan kita akan diridhai Allah", pesannya lagi saat dihubungi via seluler oleh humas Kemenag Riau.
Lebih dari itu ia mengharapkan seluruh para kyai dan pembimbing kontingen Riau agar saling support dan bahu membahu dalam membimbing santri yang lolos ke final. "Kita bukan membawa nama pondok masing masing, akan tetapi membawa nama Riau. Semoga Riau bisa berjaya dan menampilkan yang terbaik di MQK kali ini", tandasnya.(vera)