RIAU (Inmas) – Pengambilan sumpah dewan hakim menjadi sebuah keharusan dalam setiap even MTQ mulai dari tingkat Kabupaten/kota hingga skala internasional. Karena hal itu menyangkut keputusan yang memiliki pertanggung jawaban yang tinggi dihadapan Allah SWT. Malam ini tepat pukul 20.30 Gubernur Riau bertindak atas nama pemerintah daerah resmi melantik dewan hakim, dewan pengawas, dewan pertimbangan dan panitera MTQ ke 37 Tingkat Provinsi Riau, Selasa (11/12) di Gedung Serindit Daerah.Â
Gubernur Riau Wan Thamrin mengaku bahagia, tugas pertama sebagai Gubernur Riau sejak dilantik Presiden Jokowi kemarin bisa melantik dewan hakim MTQ ke 37 tingkat provinsi Riau. “Semoga diakhir tugas saya bisa memberikan kesan dan kenangan yang terbaik untuk negeri Melayu, menjadi negeri Islami”, ungkapnya penuh haru.
Menurut Wan Thamrin setelah dilantik dewan hakim mengemban pekerjaan yang sangat berat, ujarnya.” Jagalah kehormatan itu jangan terbawa terlena dengan anak didik kita masing masing. Apa yang kita lakukan sebagai dewan hakim akan ditanyai pertanggungjawaban oleh Allah SWT”, pesannya. “Menang atau kalah tak menjadi soal, namun MTQ harusnya bisa menjadi syiar besar untuk agama Islam. Ia mengaku bersyukur Riau mendapat peringkat 6 se-Indonesia pada MTQ Nasional di Medan baru baru ini, maka perlu kita giatkan lagi kegiatan MTQ ini.
“Curahkan ilmu semuanya yang ada secara jujur, jangan output yang dicari, tapi bagaimana mengajarkan kepada anak generasi muda kita hidup dengan penuh persaudaraan. Semoga syiar agama ini akan melindungi negeri kita di masa yang akan datang, dan Allah SWT memberkahi acara kita ini, tutupnya mengakhiri sambutan.
Sebelumnya HM Saman S Sos MSi selaku Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menjelaskan produk berkualitas dari helatan Akbar Musabaqoh Tilawatil Qur’an akan lahir dari goresan kejujuran dewan hakim yang telah dilantik malam ini. “Kalau sudah berkualitas tentu hasilnya juga lebih bagus untuk menghadapi MTQ di kancah nasional di tahun mendatang”, tekannya. HM Saman mengungkapkan ada sebanyak 112 hakim lokal, 5 hakim nasional dan 9 hakim lampu, serta panitera yang akan menilai 609 peserta selama tujuh hari Kedepan.Â
Lebih lanjut dikatakannya bahwa ada sebanyak tujuh macam cabang yang akan diperlombakan selama sepekan mendatang. Cabang tilawah terdiri dari tingkat anak anak, remaja dan dewasa, canetra, qiraat pa dan pi. Mujawwad maupun murotal, cabang fahmil dan syarhil Qur’an, tafsir Qur’an, khatib dan M2IQ.
Turut Hadir pada acara tersebut Forkopimda Riau, Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, official kafilah masing masing kontingen se Riau, beserta Dewan Hakim pengawasan, pertimbangan dan panitera beserta jajaran.(vera/Adi/Anto)