Riau (Inmas) Ada beberapa hal program yang secara khusus di Launcing oleh Menteri Agama yang harus kita laksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.
Demikian diungkapkan KaKanwil Kemenag Riau. Drs.H.Ahmad Supardi MA, pada saat menjadi Pembina Upacara pada senin( 05 Feb 2018) dihalaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.
Rapat yang berlangsung sejak tanggal 29 s/d 31 Januari 2018 di Jakarta dihadiri Pejabat Eselon I, Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Se- Indonesia beserta Kepala Perguruan Tinggi agama Se-Indonesia papar Supardi Mengawali sambutannya.
Selain itu ahmad Supardi mengatakan ada 11 Tambahan Program yang harus dilaksanakan.
Pertama Program E-Govermen dan Layanan Online, diharapkan tidak ada lagi yang dilakukan secara manual yang akan didukung dengan Layanana Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada tahun ini oleh Sub.Bagian Umum Dan Sub. Informasi dan Humas.
Kedua Program SAPA yang berarti Sarapan Bersama Penyuluh Agama intinya terdapat Pekerjaan yang sama harus berinterksi dengan Penyuluh agama baik itu yang Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha.
Ketiga Program
Netralitas ASN dalam menghadapi Pilkada, Pileg dan Pilpres yang berarti sebagai ASN diharapkan Netral dan tidak macam-macam.
Keempat Program SALAM yang berarti Silaturahmi Lembaga Keagamaan diupayakan silaturahmi bersama ormas-ormas keagamaan.
Kelima Program NYANTRI yang berarti
magang Siswa mahasiswa selain mengikuti program belajar disekolah maupun
diperguruan tinggi harus tetap juga meleksanakan nyantri.
Keenam Program NGOPI berarti Ngobrol soal Pendidikan Islam
Ketujuh Program NGAJI yang berarti Ngobrol Soal Haji dan Umroh
Kedelapan Program BERKAH yang berarti Belajar Rahasia
Nikah
Kesembilan Program Bina Kawasan dan Guru Kunjung khususnya didaerah
Pinggiran tepatnya terluar,terdalam dan tertinggal.
Kesepuluh Program Mengaji yang berarti Mengasah Jati Diri Islami.
Kesebelas Program Halal Food dengan menciptakan Destinasi Wisata Halal.
Ahmad Supardi berharap agar kita sebagai ASN mampu membenahi diri terlebih
dahulu dengan mengadopsi beberapa poin yang secara langsung bersentuhan dengan
pribadi serta tuntutan pekerjaan kita sehingga ke sebelas program yang baru
dicetuskan Oleh Bapak menteri agama bisa terlaksana di seluruh Indonesia.(belen/fajrul)