0 menit baca 0 %

109 Peserta se-Sumatera Ikuti Discussion Penyusunan Pagu Indikatif 2019

Ringkasan: Riau (Inmas) - Sebagai persiapan awal sebelum dikeluarkannya pagu definitif Tahun 2019, Sekretariat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggelar kegiatan Focus Discussion Penyusunan Pagu Indikatif 2019 di Hotel Arya Duta Pekanbaru pada 24 Februari 2018. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Isl...

Riau (Inmas) - Sebagai persiapan awal sebelum dikeluarkannya pagu definitif Tahun 2019, Sekretariat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggelar kegiatan Focus Discussion Penyusunan Pagu Indikatif 2019 di Hotel Arya Duta Pekanbaru pada 24 Februari 2018. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag Islam Muhammadiyah Amin, dihaidiri oleh Kabag Perencanaan dan Anggaran dan Kasubbag Perencanaan dan Anggaran.

109 peserta tersebut diikuti oleh 10 provinsi di Indonesia yaitu:  Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, Kepri, Lampung, Aceh, Palembang, Bengkulu. Perwakilan masing masing provinsi merupakan Kasi di lingkungan Bimas Islam, Para perencana muda hingga madya, Kasubbag, dan  pada Kanwil masing masing provinsi.

Kasubbag Perencanaan dan Anggaran Sekretariat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI Ihsan Bayu Merdeka mengatakan perlunya ada komunikasi yang intens dari perencana keuangan di seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia dengan Sekretariat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.

Kepada seluruh peserta Ihsan Bayu mengingatkan agar dalam menyusun pagu anggaran dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang dapat memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat. Masih berkaitan dengan hal itu, ia membagi petunjuk teknis kepada seluruh peserta dalam mengelola, merumuskan strategi sekaligus berkoordinasi guna peningkatan kualitas kinerja dalam pencairan anggaran.

Begitu pula untuk revisi anggaran harus bisa diantisipasi sejak awal, dengan cara membuat rekon 3 bulan sekali dan secara intens melakukan  koordinasi ke pusat agar bisa mudah di deteksi secara dini, ucap Kasubbag Perencana Sekretariat Bimas Islam Kemenag RI tersebut " Sesuai aturan batas akhir revisi anggaran per 30 Oktober", tegasnya.

"Saya yakin dengan adanya rekon bisa ditangani segala permasalahan terkait anggaran PNBP, untuk tukin pun selalu kita siapkan lebih dipusat, maka jika ada yang kurang pihak pusat Sekretariat Bimas Islam Kemenag akan segera merevisi", ucapnya.

Diskusi makin alot saat beragam pertanyaan bermunculan dari beberapa provinsi seperti Sumsel, Riau dan Lampung. Sebagai informasi, kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini ditutup Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag RI pada Senin (26/02), yang diakhiri dengan penyelesaian administrasi dan pembagian bingkisan berupa baju dan jaket kepada seluruh peserta.(vera)