102 Pelajar MTs se Rohul Ikut Lomba Pidato Tiga Bahasa
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Sebanyak 102 orang pelajar dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) se Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ikut serta dalam perlombaan Pidato Tiga Bahasa yang ditajah oleh Kementerian Agama (Kemenag) Rohul. Pelajar putra putri tersebut akan memperbutkan piagam dan hadiah uang tunai Rp3 juta untuk...
Rokan Hulu (Humas)- Sebanyak 102 orang pelajar dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) se Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ikut serta dalam perlombaan Pidato Tiga Bahasa yang ditajah oleh Kementerian Agama (Kemenag) Rohul. Pelajar putra putri tersebut akan memperbutkan piagam dan hadiah uang tunai Rp3 juta untuk juara I, Rp2 juta juara II dan Rp1 juta untuk terbaik III. Untuk terbaik satu akan dikirim pada Expo Madrasah tingkat provinsi Riau tahun 2011.
Lomba yang berlangsung selama tiga hari 20 - 22 Januari 2011 dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi MA, Kamis (20/1) di Majdi Agung Islamic Centre Pasirpangaraian dengan dihadiri oleh guru-guru dan siswa siswi madrasah se tingkat MTs se Kabupaten Rohul. Mempertandingkan tiga cabang yaitu pidato bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Dalam sambutannya, Ka Kankemenag Rohul mengatakan, pidato atau berdakwa merupakan kewajiban setiap umat muslim. Bahkan saat ini, berdakwah sudah menjadi profesi bagi seseorang dimana dalam setiap dakwah yang disampaikan disuatu tempat akan dihargai oleh masyarakat dengan memberikan intensif yang cukup besar.
"Kondisi saat ini berbeda dengan jaman dulu, untuk menyampaikan dakwa saja seseorang selalu mendapat penghargaan dari masyarakat sehingga bisa memberikan penghasilan bagi juru dakwa itu sendiri. Sekali ceramah seorang dai itu bisa dihargai minimal Rp100 ribu, jika dalam 1 bulan ia selalu memberikan ceramah, maka ia sudah bisa berpenghasilan yang cukup besar mengalahi penghasilan seorang pejabat atau PNS," ungkap Ahmad Supardi.
Begitu juga dengan kegiatan lomba yang dilaksanakan sekali dalam setahun tersebut, dalam rangka memupuk bakat seorang siswa ataupun siswi dibidang dakwah. Diharapkan, dengan kegiatan tersebut, memotifasi siswa siswi pada madrasah untuk terus belajar bagaimana menjadi seorang pendai yang profesional. Sehingga, pada saat tuntas belajar, para siswa tersebut bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat didalam masyarakat.
"Walaupun berdakwah itu bisa menjadi penghasilan bagi seorang pendakwa, tapi jangan sampai niat nya salah. Berdakwlah dengan niat menyebarkan agama Islam bukan untuk mengambil keuntungan belaka," harapnya. (msd)