0 menit baca 0 %

1.255 Siswa Madrasah di Rohul Terima BSM dari Kemenag RI

Ringkasan: PASIRPANGARAIAN- Sebanyak 1.255 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI),Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), di Kabupaten Rokan Hulu menerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Kementerian Agama RI. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Ahmad Supard...
PASIRPANGARAIAN- Sebanyak 1.255 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI),Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), di Kabupaten Rokan Hulu menerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Kementerian Agama RI. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) Ahmad Supardi,MA. Katanya, anggaran yang dialokasikan pada APBN perubahan 2011 tersebut disalurkan Kemenag RI untuk siswa MI sebanyak 243 siswa, siswa MTs 706 siswa, dan siswa MA 306 orang. Lebih lanjut Supardi mengungkapkan, BSM tahun ini berjumlah Rp828.360.000, dan diberikan untuk siswa MI sebesar Rp360 ribu per tahun per siswa. Untuk siswa MTs Rp720 ribu per tahun per siswa, dan untuk siswa MA sebesar Rp760 ribu per tahun per siswa. ``Pembayaran telah diajukan ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Pekanbaru. Uang langsung ditransfer ke rekening masing-masing Komite Madrasah. Dan selanjutnya Komite Madrasah yang membayarkan kepada siswanya,`` terangnya. Seluruh ketua Komite Madrasah, dinstruksikan mengecek rekening masing-masing untuk memastikan bantuan masuk rekening sekolah. Jika belum, ia sarankan agar komite melaporkan ke Kantor Kemenag Rohul untuk segera ditindaklanjuti. Ahmad Supardi menambahkan, selain penyaluran BSM, Kantor Kemenag Rokan Hulu juga salurkan Bantuan Siswa Berprestasi (BSB) kepada 45 siswa berprestasi di tingkat MI, MTs dan MA, dengan jumlah bantuan sebesar Rp44 juta. Bantuan beasiswa diberikan kepada 15 MI, dan masing-masing siswa menerima Rp900 ribu. Kemudian 15 siswa MTs masing-masing menerima Rp900 ribu. Selanjutnya 15 siswa MA masing-masing Rp1,2 juta. ``Diharapkan dengan bantuan ini tidak ada lagi siswa miskin yang tidak sekolah atau putus sekolah sampai di tingkat Aliyah. Ini sebagai upaya dari Kemenag membantu Pemda Rokan Hulu dalam mensukseskan program wajib belajar 12 tahun,`` katanya.(sopian)