0 menit baca 0 %

1.080 Siswa MA Siak Tuntaskan TKA Berbasis Komputer, Persiapan Strategis Menuju Pendidikan Tinggi

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Jum'at, (07/11/2015) - Sebanyak 1.080 siswa dari 34 Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Siak baru saja menuntaskan rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara sukses. Ujian berbasis komputer (CBT) ini diselenggarakan dalam dua gelombang pada 3-6 November 2025, menjadi langkah strate...

Siak (Kemenag) - Jum'at, (07/11/2015) - Sebanyak 1.080 siswa dari 34 Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Siak baru saja menuntaskan rangkaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara sukses. Ujian berbasis komputer (CBT) ini diselenggarakan dalam dua gelombang pada 3-6 November 2025, menjadi langkah strategis madrasah dalam mengukur kesiapan akademik siswa menjelang kelulusan dan sebagai instrumen vital pemetaan mutu pendidikan.

Sebagai informasi, pelaksanaan TKA dibagi menjadi: Gelombang 1: Senin (3/11) s.d. Selasa (4/11) 2025 Gelombang 2: Rabu (5/11) s.d. Kamis (6/11) 2025.

Pelaksanaan ujian terpantau berjalan lancar dan tertib. Para siswa yang mengenakan seragam putih-putih tampak serius di depan komputer masing-masing. Panitia memastikan lingkungan ujian yang kondusif, dengan memanfaatkan ruang laboratorium komputer ber-AC dan pencahayaan memadai.

Untuk mengantisipasi kendala teknis, pelaksanaan tes dibagi dalam beberapa sesi setiap hari, dan tim teknisi disiagakan penuh. Kehadiran pengawas ketat juga menjamin integritas dan ketertiban selama proses penilaian berlangsung.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, melalui Kepala Seksi Pendidikan Islam, H. Zubir Efendi, menegaskan bahwa TKA memiliki peran ganda. "Tes Kemampuan Akademik ini sangat penting, tidak hanya sebagai ajang uji coba bagi siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi juga sebagai data evaluasi bagi madrasah untuk melakukan pembinaan dan penguatan materi ajar di kelas-kelas berikutnya," ujar beliau.

Dengan selesainya seluruh rangkaian TKA pada Kamis (6/11), panitia memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kedisiplinan peserta. Hasil tes ini diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur, tetapi juga motivasi kuat bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran akademik mereka di masa depan. (Hd)